Make your own free website on Tripod.com

Membentuk Umat Pewaris Generasi Pertama

 

Aqidah Islam adalah aqidah yang agung dan mulia, yang dibangunkan berlandaskan bukti-bukti yang teramat nyata serta pasti kebenarannya. Kepastiannya mengharuskan umat ini mengambil hujjah dalam perkara aqidah hanya bersumber pada sumber yang pasti (iaitu Al-Quran dan Hadith Mutawattir). Kepastiannya dari segi makna mengharuskan penunjukkan dalil yang dituju dalam teks kalimatnya bersifat pasti. Apabila seorang muslim berhadapan dengan nash yang bersifat mutasyabihat (tidak dapat dipastikan makna  sebenarnya) maka ia harus tunduk dengan teks yang ada tanpa memperdebatkannya lagi. Itulah sikap dan pandangan generasi pertama kaum muslimin.

 

Aqidah Islam adalah aqidah yang mudah, tidak berbelit-belit apatah lagi menyulitkan pemahaman seseorang tatkala mengkaji perkara yang berkaitan dengan aqidah ini.  Ianya juga bersifat luwes dan mudah untuk difahami. Itulah yang menyebabkan para sahabat generasi pertama tidak pernah mengeluh tatkala menerima aqidah Islam, dan itu pula yang menyebabkan mudahnya   Islam diterima oleh seluruh bangsa dan qabilah di seluruh penjuru dunia. Tidak ada satupun negeri yang bangsanya dikuasai oleh kekuasaan Islam melainkan penduduk tempatan negeri tersebut berbondong-bondong memeluk dan mengikuti aqidah Islam secara sukarela dan keyakinan. Itulah manifestasi keindahan Islam yang terbit dari aqidah yang bersih tanpa pengeliruan mahupun saduran yang lain selain daripada Islam itu sendiri.

 

Apabila aqidah ini dibangun berasaskan keraguan, kesamaran, kesulitan dan keangkuhan ilmu (kalam), maka umat ini akan mengalami banyak perselisihan dan perpecahan. Bagaimana mungkin kita membangun suatu peradaban baru saat ini jika landasan yang kita miliki penuh dengan keraguan, rapuh dan menerbitkan pertikaian di dalamnya ?

 

Tapi adalah sesuatu yang malang buat generasi hari ini, akibat perang pemikiran (ghazwah al-fikr) dan pertembungan kebudayaan antara kaum muslimin dengan peradaban asing sejak generasi sahabat sehingga saat ini, terutama yang dilancarkan oleh peradaban Barat saat ini terhadap Islam dan kaum muslimin, meninggalkan kesan yang amat parah dalam perkara yang berhubung kait dengan persoalan aqidah mahupun berhubung kait dengan aspek-aspek

kehidupan muslim yang lain. Nilai-nilai aqidah yang sederhana ini mulai luntur dan pudar menjadi sesuatu yang rumit dan amat membosankan, tidak jarang bahkan dicampakkan begitu saja. Bagaimana mungkin umat ini akan bangkit jika tidak memiliki piawai dan tolok ukur yang kuat, yang jernih lagi bersih, yang lurus dan digunakan oleh umat Islam untuk memecahkan dan menyelesaikan seluruh permasalahan yang timbul dalam kehidupan mereka ?

 

Pelbagai jenis fahaman dan ideologi seperti Kapitalisme, Sosialisme/ Komunisme, Atheisime, Sinkrestisme, Nasionalisme, Paganisme dan lain-lain fahaman yang didukung oleh sarana dan kekuatan dalam bidang material yang luar biasa sedang menghambat, menghentam, membanjiri negeri-negeri kaum muslimin, melanda aqidah dan kehidupan umat ini dengan dashyat. Kehadirannya menyebarkan virus-virus kesesatan, kekufuran, kebencian dan pertikaian di tengah-tengah umat. Tidak cukup dengan itu, serangan berbahaya lain juga tengah dilancarkan oleh kaum orientalis, didukung oleh anaknya yang berasal dari putera-putera kaum muslimin sendiri, bersatu padu meragukan dan membingungkan umat dengan pelbagai lontaran-lontaran idea dan pendapatnya dalam perkara aqidah. Dengan cara yang lebih halus  mereka merendahkan dan mencampuraukkan konsep-konsep Islam dengan konsep-konsep kufur. Maka tidak asing lagi ditelinga umat ini keraguan-keraguan yang mereka lontarkan, seperti Al-Quran dengan kehidupan masa kini, kemampuan syariat Islam dalam memecahkan permasalahan kehidupan manusia dan istilah-istilah yang lain yang turut menyumbang kepada proses membingungkan kaum muslimin.

 

Oleh kerana itu, sudah seharusnyalah kita mencuba mengangkat mutiara Islam dari benaman lumpur kehinaan, membersihkan dan menggilapnya kembali akan terus bersinar buat seluruh umat manusia. Sudah waktunya umat ini mewarisi sikap dan pendirian serta pola kehidupan para sahabat Rasulullah saw, para Tabi’in dan generasi sesudahnya dalam memahami aqidah Islam, dalam ketegasan, kelurusan pandangannya, kejernihan pemikirannya, penuh semangat dan beramal dan berani. Berani dalam berpendapat dengan disertai dengan hujjah dan argumentasi yang kuat, jujur dan ikhlas.

 

Ditangan Rasulullah saw generasi seperti itu pernah tampil dan ahdir di pentas peradaban dunia. Meskipun para sahabat tidak pernah mengarang kitab khusus tentang aqidah islam, namun Al-Quran sebagai wahyu Allah SWT dan sunnah Rasul_nya telah cukup menjadi pedoman buat mereka. Dengan dua sumber itu, ianya mampu melahirkan generasi-generasi terbaik ditengah-tengah umat manusia yang beraqidah tangguh, cerdas, terampil dan kuat dalam memegang teguh syariatnya. Ketangguhan itu dibuktikan dengan tercatat dalam sejarah manusia yang tidak akan pernah dilupakan oleh sesiapapun selama belasan abad.

 

Bagaimanapun agar kita tergolong generasi yang pernah dilahirkan oleh Islam pada saat terdahulu, maka Islam harus difahami sebagaimana generasi sahabat memahami Islam, iaitu sebagai suatu bentuk sistem kehidupan yang sempurna, yang mengatur seluruh urusan kehidupan manusia dan bersesuaian dengan fitrah manusia itu sendiri. Aqidahlah yang menjadi dasar berdirinya sistem itu. Dengan landasan inilah dibangunkan satu bentuk peradaban yang tangguh, sumber atau pangkal munculnya seluruh jenis peraturan, undang-undang, norma kebiasaan di tengah-tengah kehidupan manusia. Pendek kata, aqidah harus dijadikan tolok ukur bagi setiap individu muslim di mana saja ia berada, apapun persoalan yang dihadapinya dan apapun keadaannya, hanya aqidah Islam  yang mampu memecahkannya dengan cara yang paling sempurna, yang pastinya memuaskan aqal manusia, mententeramkan hati dan jiwa manusia. Aqidah seperti inilah yang tengah dinanti-nantikan oleh umat pada saat ini. Lalu, akankah kita menolaknya setelah jelas hujjah bagi kita ? Dan akankah kita membiarkan keadaan kita tetap seperti ini, sedangkan kita memiliki suatu aqidah yang lurus, sederhana dan tangguh, memilki sistem yang benar dan sempurna ? Di tangan andalah keputusannya.

 

Semoga Allah SWT tetap melindungi kita dari seluruh fitnah yang melanda umat saat ini, dan kepada Allah kita serahkan urusan kita. Allahu ‘alam